Sabtu, 08 Desember 2012

Penalaran

PENALARAN
 MAKALAH DITULIS UNTUK MEMEUHI TUGAS BAHASA INDONESIA









 OLEH
 NAMA : MUHAMMAD MILZAM MAFAZI ASSHOBICHI 
 NPM : 24210766 






 PROGRAM STUDY BAHASA INDONESIA
 FAKULTAS EKONOMI 
 UNIVERSITAS GUNADARMA
 BEKASI
 2012 




1. Arti Kata dan Pengertian
 Penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. Penalaran merupakan proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan.

 Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

 2. Jenis jenis Penalaran Penalaran Ilmiah sendiri dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
 - Deduktif yang berujung pada rasionalisme
 - Induktif yang berujung pada empirisme

 Logika merupakan suatu kegiatan pengkajian untuk berpikir secara shahih

 Contoh : Ketika seorang pengemis berkata :”kasihanilah saya orang biasa”. Itu merupakan suatu ungkapan yang tidak logis. Ketika seorang peneliti mencari penyebab mengapa orang mabuk?
 Ada 3 peristiwa yang ditemuinya ada orang yang mencampur air dengan brendi dan itu menyebabkan dia mabuk ada yang mencampur air dengan tuak kemudian dia mabuk ada lagi yang mencampur air dengan whiski kemudian akhirnya dia mabuk juga
 Dari 3 peristiwa diatas, apakah kita bisa menarik kesimpulan bahwa air-lah yang menyebabkan orang mabuk?

 Logika deduktif merupakan cara penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus (individual).
Sedangkan logika induktif merupakan cara penarikan kesimpulan dari kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir silogisme, dua pernyataan dan sebuah kesimpulan. Dan didalam silogisme terdapat premis mayor dan premis minor.

 Contoh : Semua makhluk punya mata ( premis mayor ) Si Adam adalah seorang makhluk ( premis minor ) Jadi, Adam punya mata ( kesimpulan )

 Referensi : 1. www.id.wikipedia.com
 2. www.id.wordpress.com
 3. www.google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar